Showing posts with label Birthday. Show all posts
Showing posts with label Birthday. Show all posts

Monday, 17 December 2012

HAPPY BIRTHDAY to our sister CHRISTINE CHEN! Her birthday is on 17th December she also turned seventeen. And we as her family surprising her in the midnight with baloons, fireworks, cake, presents and our love hihihi. I must say, preparing her surpises is hard. We were on Batu that day, and we gave baloons to her jadi kalian bisa bayangin kita mesti pompa balon buat dia. Belum lagi didalam balon itu ada kertas aluminium yang udah dipotong kecil-kecil. Thanks to Elvina Febriyani, the girl who ate kit-kat as many as she can and then cut the aluminium papers.
 
Elvina, Astrid. The Making of the Baloon

Waktu kita buat balon, yang ultah lagi masak-masak dibawah ditemanin Nyaks aka Michelina. Untung chennya agak bodoh gimana gitu jadi dia gak tau kalau kita lagi ribut buat balon.
You guys must be curious about her surprise. Ketika menjelang malam, awalnya kita nonton One Miscalled bareng-bareng. Terus pas udah jam 12 lebih, chen dikunci dikamar hahaha. Terus kita ribut pasang lilin, siapin kue, siapin kembang api, sama balon-balon. Terus pas kita udah siap, Chen yang ditemani sama Itit dan Nyaks berjalan menuruni tangga yang dengan lilin sebagai petunjuk jalan. And then, she must go around the house in order to find us whom in front waiting for her the surprise. Terus ya, waktu di Batu itu sering hujan, jd jalan sekitar rumah pasti becek. Aduh, udah becek dia harus jalan without slippers. So there she is, barefoot christine hahaha
Barefoot Christine

Sunday, 16 December 2012





Here we go, Batu~
"Semoga hari ini berjalan begitu lambat" Said Erwin. And we agreed.
Seperti yang ada di artikelku yang berjudul "Preparation to Batu" kami mendapatkan kejutan pagi ini. Nyak ikut! Hahahaha~ Well, yeah. Walaupun di acara rundown disebutkan kumpul pukul 08.00  WIB dan berangkat pukul 09.00 WIB, in fact, me and Sania woke up at 7.30 WIB and picked up about 10.00 WIB. We officially went to Batu at 10.30 WIB.

Perjalanan ke Batu membuat kami lapar. Kami bertanya ke Chen yang di mobil sebelah mau makan dimana. Demikian percakapannya:
















And at last, we had lunch at HTS, Lawang. Sehari sebelum itu kita semua jalan ke GM setelah Sam's welcome party, saya terserang radang tenggorokan. Suhu badan saya sempat naik sedikit dan pusing. Tapi biarpun begitu, saya tetap harus ikut! Woohoo~ Saya memesan semangkuk rawon dengan teh tawar. Niatnya sih ngomong "Teh Tawar Hangat" Tapi yang terucap adalah "Teh tawar manis" :|
Dan segera saja account twitter @IMF_amily bekerja. -_-
Lalu ada pula di daftar menu itu, tertera 2 macam rawon. Yang satu tertulis "Rawon hitam" dan yang satu lagi tertulis "Rawon HTS" Sepupu kita yang bernama Memeng memesan "Rawon HTS" Berhubung itu adalah rawon special HTS, tentu saja pasti ada khas-nya. Ketika makanan muncul, ada semangkuk kuah berwarna merah "Meng, ini lho punyamu!" Seru salah satu dari kami
"Lho, kok ngene?" (Translate: "Lho, kok gini?") Sahut Memeng. "Lho Rawon HTS to kamu?" Jawab seseorang dari kami. Dan dengan polosnya dia menjawab "Oooo ini rawon HTS ta? Tak pikir Rawon HTS itu Rawon Hitam Sekali" Stupid -.-

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan dan check-in di villa. Berhubung acara malam ini adalah barbecue dan surprise untuk Chen, beberapa dari kami turun untuk membeli bahan makanan barbecue di hypermart. Bahan makanan ini disponsori oleh RB. Yang berulang tahun pada tanggal 7 Desember ke-18. Selain barbecue, dia juga menyumbang mobil dan bahan bakarnya. Great contribution, dear.

Back to front: Sania, Itit, Astrid




Malam tiba, kami pun melakukan persiapan barbecue. Karena kemarin badan saya benar-benar drop dan tidur kurang semalam sebelum berangkat (Well, saya dan Sania tidak bisa tidur) saya menjadi lemas malam itu. Akhirnya, sementara yang lain sibuk mengurus urusan barbecue, saya tidur sendirian di kamar.




Kurang lebih pukul 9, acara barbecue kami pun resmi dimulai. Persiapan usai dilakukan dan jagung bakar sudah siap sedia. Well, niat pada awalnya sih jagung bakar. Tapi yang terjadi malah jagung rebus dikasi susu kental manis. It was sooo yummy! Mengapa gak jadi jagung bakar? Saya ga tau gimana ceritanya, tapi kami ada yang membawa heineken. Lalu entah bagaimana, heineken itu dituang ke bumbu jagung bakar yang manis. :| Pelakunya? Memeng dan Minah, kata mereka. 

Setelah acara barbecue, kami menonton DVD dan disusul dengan acara surprise Chen.
Day one, finish.
I'd like to upload more photos, actually. But mom told me to sleep. :(
Well, bye~



After the villa-things are settled, of course we have to prepare the surprise. Berhubung Chen ini berulang tahun di Batu, banyak ide-ide bermunculan. Ide yang bermunculan ini tentu saja dramatis. Ide pertama didapat ketika Fani dan Ines jalan-jalan ke TP. Mereka mampir ke Daiso, toko serba 22ribu yang menjual aneka pernak-pernik Jepang. Mereka menemukan lampion. 3 tahun Fani di Surabaya dan 17 tahun Ines hidup di Surabaya, belum pernah mereka menemukan lampion yang dijual. Lalu mereka mendapatkan ilham untuk membeli lampion dan diisi lilin kecil. Syukur-syukur kalau lampionnya bisa terbang. Tapi lampion di Daiso itu tidak memungkinkan untuk terbang apalagi diisi lilin kecil. Bisa-bisa terbakar. Lagipula, sebuah lampion seharga 22ribu. Saat keliling-keliling di Daiso, mereka hendak membayar barang yang mereka beli di kasir. Voila~ Mereka menemukan lilin kecil di kasir yang memungkinkan untuk dipasang di lampion. Jadi, 1 lampion dengan 1 lilin seharga 44ribu. Walaupun menemukan lilin kecil yang bisa dipasang, tapi tidak mungkin kan membeli 1 lilin 1 lampion untuk 1 orang anak sedangkan kita ber-16?(Chen tidak dihitung) Jadi, pupus sudah harapan membeli lampion di Daiso.

Namun, akibat kecanggihan teknologi jaman sekarang, kami membuka Handphone kami yang katanya sih Smartphone. Kami segera meremove Chen dari group lalu membahas surprise ini. Kami menemukan ilham untuk membuat lampion. Lampion itu nantinya diisi dengan lilin kecil dan diterbangkan (kayak di Tangled itu lhoh) Beralaskan tekad yang kuat, akhirnya beberapa hari sebelum kepergian kita ke Batu, Mina, Elvina, Itit dan Nyak membuat lampion. Mereka bahkan sudah membeli aluminium foil. Namun sayang, walaupun Mina dan Elvina adalah 2 orang dari jurusan IPA, bahkan mereka tidak dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk membuat lampion. Kata mereka, lampion tersebut jadinya tidak bisa terbang. Namun, yang saya tidak tahu, apakah mereka bahkan berhasil membuat lampionnya? Atau karena mereka terlalu depresi sehingga memutuskan untuk berkata lampionnya ga bisa terbang? Jadi demikianlah, acara lampion gagal. 

Tidak kehabisan ide, kami lalu bermusyawarah dan menemukan ide lain untuk menyalakan fireworks saja. Kan kita di Batu. Space'nya sangat memungkinkan. Kami membeli fireworks kecil-kecil yang bisa digantung di pohon. Maksud hati adalah fireworks'nya digantung di pohon di taman sambil menyalakan kembang api yang air mancur. Sementara fireworksnya menyala, Masing-masing dari kami memegang lilin. 2 orang dari kami memegang cake dan kadonya. So sweeeettt banget kan kalo benar-benar bisa begitu? Fani sih juga pengen beli kembang api yang besar itu, yang meletus di angkasa raya. Tapi... Mahal....

Skip saja, kita melompat ke tanggal 16 Desember. Ketika kami sampai di villa, saya tertegun. Oh no, there was no tree. And the garden was small. Where to put the fireworks? Kita akan bahas itu nanti. Seperti yang ada di artikel Benita dengan judul Barefoot Christine, saat itu Chen dan Nyak sedang memasak di bawah. Sementara itu, the girls berada di kamar di 2nd floor. Elvina mengeluarkan sebungkus balon dan sekantong plastik potongan aluminium foil kecil-kecil. Seperti yang dikatakan Benita di artikelnya, aluminium foil itu pada dasarnya dibeli untuk membuat lampion, namun gagal. Aluminium Foil itu diisikan ke balonnya lalu kami memompa balon tersebut. Yang memompa adalah Benita. Dengan harapan bisa membakar lemak yang ada di tangannya. Setelah balon-balon selesai ditiup, balon tersebut dimasukkan ke lemari. (Oh iya ada lemari baju. Kenapa kita tidak menggunakan lemari ini untuk menyimpan baju ya saudara-saudara?) 


Chen make a wish. Semoga jerawatnya hilang, dear
Pukul 10 malam pada tanggal 16 Desember, kami beramai-ramai menonton 1 missed call. Sampai pukul 23.45 WIB belum ada yang beranjak dari tempat duduk untuk menyiapkan surprise. Sampai filmnya selesai, tidak ada tanda-tanda. Bahkan Chen pun sampai bilang "Lhoo ini maunya jam 12 lhoo" Ngarep banget tuh anak di surprise'in ya. Hahahahhaa.

Tapi, di balik semua itu, sebenarnya Nyak, Richard dan Fani sudah berkompromi dengan Itit. Setelah filmnya selesai, Itit mengajak Chen cuci muka di kamar mandi dengan alasan takut. Padahal benernya filmnya juga gak ngeri-ngeri banget. Ketika mereka sudah di kamar mandi, spontan suasana villa menjadi chaos. Acara lempar balon dari kamar cewek (Well, technically it was girls room) di 2nd floor menuju ke ruang keluarga di first floor. Lalu kami lari-lari turun ke first floor untuk memasang lilin (Saya gak tau siapa yang beli lilin dan ilham darimana. Tapi tiba-tiba ada perubahan rencana yang tidak disangka) Berkat feeling saya yang mengatakan kalau persiapan surprisenya pasti lama dan bagaimanapun juga Itit gak akan bisa menahan Chen lama-lama di kamar mandi, saya pun mengunci pintu kamar (Yeah, I locked the door)
Artikel tentang Chen's surprise selengkapnya, baca saja Barefoot Christine. Teehee~

Walaupun yah... Banyak sekali perubahan rencana yang diluar spekulasi, overall, it was a success. Ternyata lilin-lilin yang niatnya mau dibawa untuk ditiup ternyata diletakkan di lantai untuk memimpin Chen berjalan ke arah yang benar. Balon yang semula tidak direncakan ternyata bisa saja diletakkan di sebelah lilin sehingga Chen bisa mengambilnya. Sementara fireworks, yang rencananya mau digantung di pohon-pohon ternyata dibawa tangan. Dan aluminium foil... Well, you can see at Benita's article. They looked like shining stars, right? :p
Happy birthday, Christine!



Thursday, 6 December 2012


Girls from left: Fani, Itit, Sania, Ines, Mina, Benit, Elvi, Astrid, Chen, Dessica
Boys from left: Memeng (spupunya IMF) Jun, Meme( Atas) Roland, RB, DC, Erwin



Roland Aurelio tanggal 20 November 2012 kemarin berulangtahun yang ke-17 lho~ Happy birthday Roland. Congratulation ya, dengan umur yang ke-17 ini semoga bertambah dewasa.

Sunday, 10 January 2010

Benita Natalie, anggota 「IMF™」satu ini lahir tepat di hari bahagia berjuta umat manusia, Christmas eve! Karena lahir di tanggal cantik, kami terpaksa gak bisa ngasih surprise apa-apa ke Benita. :( Sebagai gantinya, kami tetep ngasih kado, tapi kado ini gak sembarang kado lo :p 
Khusus buat Benita, kado nya kita bungkus berlapis-lapis ;;)

 #1 Plastik